4 Perbedaan Dokter Andrologi dan Urologi, Jangan Anggap Sama

Andrologi dan urologi, merupakan dua spesialisasi medis yang sama-sama menangani kesehatan pada pria tapi memiliki fokus serta cakupan yang berbeda. Anda bisa tahu perbedaan dokter andrologi dan urologi jika memahami cakupannya.

Tahu soal perbedaan keduanya, akan sangat membantu dalam memilih dokter yang tepat dan sesuai dengan apa yang tengah Anda alami.

Andrologi itu fokusnya ke masalah kesuburan hingga sistem reproduksi. Sedangkan untuk dokter urologi terbaik akan berfokus pada saluran kemih pria maupun wanita serta sistem reproduksi pria.

Perbedaan Dokter Andrologi dan Urologi

Ingin tahu lebih lengkap perbedaan antara dua spesialisasi medis ini? Simak lengkapnya:

1. Cakupan

Pertama, dari segi cakupan. Dokter urologi, itu cakupannya untuk menangani masalah di sistem saluran kemih baik pria maupun wanita.

Ini termasuk Termasuk ginjal, kandung kemih, ureter, hingga uretra. Pada pria, urolog juga menangani prostat, testis, dan penis. Terutama kalau masalahnya berkaitan dengan buang air kecil, nyeri, infeksi, maupun anatomi.

Kemudian untuk dokter andrologi, laman Halodoc mengatakan jika fokusnya pada kesehatan reproduksi pria saja.

Jadi, andrologi berfokus ke testis, penis, prostat, hormon seksual pria, hingga aspek mikroskopis seperti kualitas sperma dan fungsi seksual.

2. Masalah-masalah Umum yang Dihadapi Masing-masing Spesialisasi

Perbedaan dokter andrologi dan urologi juga terletak pada masalah umum yang mereka hadapi.

Kalau dokter urologi, fokusnya untuk menangani masalah seperti:

  • Batu ginjal dan infeksi saluran kemih (ISK).
  • Inkontinensia urin.
  • Pembesaran prostat (BPH).
  • Kanker prostat, kandung kemih, atau ginjal.
  • Disfungsi ereksi atau nyeri saat buang air kecil.

Berbeda dengan androlog, meski juga mengatasi sebagian yang jadi tugas urolog, mereka menangani:

  • Infertilitas pria, seperti sperma sedikit, lambat, atau tidak bergerak.
  • Disfungsi ereksi, ejakulasi dini, atau gangguan orgasme.
  • Gangguan hormon, seperti testosteron rendah (hipogonadisme).
  • Kelainan genetik atau anatomi, misalnya varikokel, torsio testis, atau peyronie’s.

3. Pelatihan

Nah untuk jenis pelatihan keduanya juga berbeda. Androlog itu sebenarnya adalah urolog yang melanjutkan lagi pendidikannya ke subspesialisasi. Jadi, androlog itu subspesialisasi dari urologi. Kemudian, mereka ini sering mengikuti pelatihan khusus mengenai kesuburan dan hormon pria.

Sedangkan untuk urolog, merupakan dokter umum yang melanjutkan spesialisasinya di bidang urologi.

4. Tindakan Medis

Keduanya juga punya perbedaan dari segi tindakan medisnya. Kalau Urolog, mereka biasanya melakukan tindakan seperti:

  • Operasi batu ginjal
  • Penanganan infeksi saluran kemih
  • Operasi prostat dan kanker urologi
  • Penanganan disfungsi ereksi struktural

Sedangkan untuk Androlog, tindakan medis yang ia lakukan seperti:

  • Evaluasi sperma dan hormon pria
  • Terapi hormon testosteron
  • Biopsi testis
  • Vasektomi dan prosedur kesuburan (misalnya TESE)

Jadi intinya, urolog itu fokusnya ke sistem kemih pria & wanita serta menangani bagian reproduksi pria dari sisi anatomis dan medis.

Sedangkan Androlog, adalah dokter spesialis reproduksi pria yang fokusnya ke hormon, kesuburan, dan juga fungsi seksual.

Kalau Anda punya masalah soal nyeri di bagian reproduksi, kencing, atau batu ginjal, maka bisa pergi ke dokter urologi terbaik yang ada di RS Premier Jatinegara.

Sedangkan untuk masalah hormon, sperma, atau kesuburan, baiknya langsung ke androlog.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *