Pencegahan Penyakit Ginjal Kronik karena Diabetes Tipe Dua

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mengungkap jika prevalensi penyakit ginjal kronik (PGK) di Indonesia sebesar 0,38 persen atau 3,8 orang per 1000 penduduk. Sekira 60 persen penderita gagal ginjal tersebut harus menjalani dialisis atau cuci darah. PGK sendiri merupakan kondisi hilangnya fungsi ginjal secara bertahap.

Jika mengalami PGK, pasien mulai kehilangan fungsi ginjal untuk menyaring kotoran dan kelebihan cairan dari darah, yang kemudian dibuang melalui urin. Terkait hal ini, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Metabolik dan Endokrinologi Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD KEMD, FINASIM, ungkap perlu ada pencegahan. Diketahui penyebab utama PGK adalah Diabetes tipe 2.Pada diabetes tipe 2 memang berisiko terjadinya inflamasi dan fibrosis pada ginjal.

Ketika mengalami fibrosis, artinya ada kegagalan dari respon fungsi penyembuhan dan perbaikan yang ada pada ginjal, sehingga, progresi menuju gagal ginjal akan semakin cepat. Diisukan Cerai, Arzum Balli Jadi Korban Pelecehan Seksual di IG, Awan Murka: Mikir Sebelum Ngomong! NASIB Awan Petugas PPSU, Diacam Cerai ArzumBalli, Kini Ditegur Atasan hingga Terancam Dipecat

Jarang Diketahui, Ini 3 Manfaat Daun Sirih untuk Kesehatan, dr Boyke Ungkap Cara Mengolahnya Awan Petugas PPSU Bakal Segera Tinggalkan Indonesia, Arzum Siapkan Pekerjaan Buat Suami di Austria KISAH Liena Ozora, Sopir Cantik Bus Agra Mas yang Tinggalkan Dunia Malam : Kalau Tak Halal Tak Baik Halaman 4

Janji Manis Awan usai Terancam Dicerai Arzum Balli, Ngaku Akan Berubah Demi Istri dan Anak Transfer Liga Italia, AC Milan Berhasil Lepas Dua Pemainnya di Menit Akhir Jakarta Sengit, Cek 3 Survei Elektabilitas Pilpres 2024 Terbaru, Terjawab Capres Terkuat di Ibu Kota Halaman 4

Tiga efek gabungan yang dapat memperburuk PGK adalah faktor metabolik, hemodinamik, serta inflamasi & fibrosis. Sayangnya penyakit yang terjadi pada ginjal awalnya tidak bergejala. Akibatnya banyak orang yang tidak mengetahui bahwa mereka mengalami gangguan ginjal.

Menurut dr Suastika ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk pencegahan. Pertama, jika PGK berhubungan dengan diabetes, maka penting untuk mengendalikan gula darah. Kedua, selain diabetes, hipertensi juga bisa berisiko mendorong terjadinya PGK.

"Jadi, kita harus kendalikan. Penting diet. Pada pasien ginjal kronik harus menjaga dietnya.Salah satunya diet rendah protein," ungkapnya pada konferensi pers di Jakarta, Senin (15/1/2024). Selain itu penting untuk mengonsumsi asupan nutrisi dan kalori seimbang, disesuaikan berat badan. Selain itu pasien harus melakukan skrinjng PGK pada pasien Diabetes tipe 2.

"Jika menghadapi pasien dengan Diabetes tipe 2, ada baiknya skrining PGK juga rutin dilakukan minimal sekali setahun. Sehingga jika ditemukan lebih awal," imbaunya. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *