Toyota Incar Realisasi Ekspor Kendaraan 300.000 Unit di 2024

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) membidik ekspor 300.000 unit kendaraan T brand ke berbagai negara di tahun 2024. Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan di tahun yang cukup menantang, Toyota menargetkan kinerja ekspor kendaraan T brand dapat menyamai level yang sama di tahun 2023 atau naik 3 persen menyentuh level 300.000 unit. "Sejumlah upaya kami lakukan untuk mengakselerasi performa ekspor industri otomotif nasional dengan menghadirkan varian kendaraan elektrifikasi lengkap sesuai dengan kebutuhan konsumen global," tutur Nandi, Rabu (10/1/2024).

Sebagai informasi, ekspor kendaraan T brand ke 100 negara pada 2023 mencapai 285.000 unit. Tahun 2024, ketidakpastian ekonomi global hingga konflik geo politik di sejumlah negara negara dunia diprediksi akan masih berlanjut. Akan tetapi, ekonomi Indonesia diperkirakan masih akan tetap tumbuh. Hal ini diungkap oleh berbagai lembaga, seperti IMF yang memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada level 5 persen.

Selain itu, Bank Dunia juga memprediksi ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh 4,9 persen, sementara pemerintah menargetkan hingga 5,2 persen. Kunci Jawaban Kurikulum Merdeka Matematika Kelas 7 SMP Halaman 148 Perbandingan Berbalik Nilai Kunci Jawaban Kurikulum Merdeka Matematika Kelas 7 SMP Halaman 144 Perbandingan Berbalik Nilai

Kunci Jawaban Kurikulum Merdeka Matematika Kelas 7 SMP Halaman 113 114 Soal Perbandingan Kunci Jawaban Kurikulum Merdeka Matematika Kelas 7 SMP Halaman 115 116 Penerapan Perbandingan Kunci Jawaban Matematika Kelas 8 Kurikulum Merdeka Halaman 80, Menggambar Grafik

Kunci Jawaban Matematika Kelas 8 Kurikulum Merdeka Halaman 83, Metode Grafik Uang Hasil Bisnis Rokok Buat Ustadz Solmed Bisa Bangun Rumah Mewah Rp 80 M, April Jasmine Dalangnya Halaman 4 Dengan optimisme tersebut, sektor otomotif yang menyumbang hingga 4 persen dari total Gross Domestic Product (GDP) juga berpeluang tetap tumbuh.

Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam, menyatakan industri otomotif nasional diharapkan menjadi industri prioritas penyokong ekonomi lantaran proyeksi dan potensi Indonesia pemain utama dalam industri kendaraan berteknologi ICE ramah lingkungan dan pertumbuhan kendaraan elektrifikasi yang cukup menjanjikan. "Didukung dengan SDM bangsa yang kompetitif ditambah SDA berlimpah, Indonesia berpeluang besar menjadi pemain global produksi serta ekspor industri otomotif konvensional dan elektrifikasi. Kinerja positif kedua teknologi ini dapat pula memperkuat terwujudnya volume pasar domestik lebih dari 1 juta unit per tahun yang membutuhkan dukungan Pemerintah melalui kebijakan relaksasi pajak," terang Bob Azam. Toyota Indonesia berkomitmen mengembangkan kendaraan elektrifikasi untuk mendukung target Pemerintah mengurangi emisi.

Mengusung strategi multi pathway, Toyota Indonesia menyediakan berbagai pilihan teknologi kendaraan seperti Battery Electric Vehicle (BEV), Plug in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), hingga kendaraan konvensional berteknologi Internal Combustion Engine (ICE) yang rendah emisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *